Special Gift Cloris

Clorismen – setiap orang memiliki persepsi tersendiri mengenai standar tubuh yang ideal, baik pada wanita maupun pria. Hal tersebut terjadi berkat pengaruh tren, perubahan budaya, dan pola makan. Mengutip dari sumber Insider, seniman kontemporer Nicolay Lamm, melihat bahwa pria turut mengalami dinamika perubahan standar tubuh ideal dari masa ke masa.

Pencipta boneka perempuan bernama Lammy dengan proporsi tubuh realistis, yang menantang pembuat Barbie ini ingin melihat bagaimana tubuh pria berubah seiring berjalannya waktu. Hal tersebut dilakukannya dengan cara mengumpulkan referensi foto yang dianggap sebagai “pria sempurna” dari masa ke masa sejak akhir 1870-an, dan kemudian mengubahnya ke dalam bentuk tiga dimensi. Menurut pendapat kalian bagaimana bro?

Di akhir abad ke-19 trend tubuh ideal seperti ‘dad body’ atau tubuh ayah, yakni bentuk tubuh pria umur paruh baya dengan perut yang cenderung ‘buncit’, disebut sebagai standar tubuh ideal. Bentuk tubuh tersebut menggambarkan status sosial serta posisinya sebagai orang kaya.

Lalu seperti apa perubahan standar bentuk tubuh ideal pria dari masa ke masa? simak berikut ini :

1. Akhir abad 19

Tahun 1870-an sebelum semua orang memiliki akses mudah terhadap makanan, obesitas merepresentasikan kemakmuran. Setelah didirikannya “Klub Pria Gemuk” pada 1866 di Connecticut, Amerika Serikat (AS) yang populer dan menyebar ke penjuru negeri, dimana anggotanya harus memiliki berat badan paling tidak 100 kilogram. Jika pada zaman sekarang ada klub seperti itu apakah kalian berniat bergabung bro?

2. Dekade 1930-an

Menginjak 1930an, makanan cepat saji lebih mudah ditemukan, dan aktor Hollywoood menciptakan tubuh ideal yang langsing. Seperti aktor Cary Grant yang langganan berperan sebagai pemeran utama di Hollywood. Jenis tubuh seperti itulah yang menjadi takaran untuk memiliki tubuh ideal pada saat itu. Kira-kira kalau pada zaman seperti ini apakah masih bisa dikatakan ideal?

3. Dekade 1960-an

Sampai pada tahun 1960-an, rakyat Amerika lelah dengan korporasi pasaran dan kekuasaan dan mulai berubah drastis ke tubuh ideal seperti tubuh yang cenderung “kurus”. Mereka memberontak, memanjangkan rambut atau bisa disebut gondrong, dan tidak  melakukan olahraga. Jenis tubuh seperti inilah yang digandrungi pada saat itu. Jangan coba-coba menerapkan bentuk tubuh seperti ini, pada zaman sekarang ini ya bro, karena dapat dipastikan anda akan dikatakan seperti orang yang kekurangan gizi, jangan coba-coba.

4. Dekade 1980-an

Namun pada 1980-an kala itu, pusat kebugaran dan kegiatan olahraga semakin populer. Pembentukan otot menjadi aktivitas biasa, dan menjadikan Arnold Schwarzenegger sebagai ikon pria yang memiliki tubuh ideal. Pemeran utama film Terminator itu memang dikenal sebagai mantan atlet binaraga yang juga menjelma sebagai panutan banyak pria modern kala itu. Tapi bentuk tubuh seperti itu pada zaman sekarang ini bisa disebut sebagai tubuh binaragawan mungkin.

5. Dekade 1990-an

Setelah akhir tahun 80an, pria tidak ingin lagi membentuk otot pada bagian tubuhnya dan pada 1990an, ria maskulin tidak lagi populer dan sosok yang bisa merepresentasikan pria adalah sosok pria biasa yang mulai populer pada saat itu. Sepetri Brad Pitt di film “Fight Club” tentang pekerja kantoran yang mengalami insomnia dan mencari jalan keluar dengan membentuk klub berkelahi. Bentuk tubuh ideal yang terlihat biasa ini berlanjut sampai abad 21 ketika industri fashion pria mulai menemukan titik kemajuannya.

6. Awal abad 21

Pada 2012, sebuah studi ilmiah yang dilakukan oleh Institut Sains Neuro di Inggris menemukan kecenderungan yang sama pada wanita dan pria mengenai persepsi standar tubuh ideal. Bukan lagi berotot atau berisi, melainkan kepada bentuk tubuh tinggi langsing dengan sedikit otot yang tampak. Mungkin sampai sekarang bentuk tubuh seperti ini masih jadi bentuk tubuh yang ideal yang diinginkan para laki-laki, Apakah anda termaksud?

 

Masukkan email dan nama lengkap sobat untuk mendapatkan info promo keren dan produk terbaru dari Clorismen